KTSP DOKUMEN 1

KATA PENGANTAR

Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pemerintah memberi keleluasaan kepada masyarakat penyelenggara pendidikan untuk menentukan corak pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kondisi daerahnya. Sebagai salah satu implementasi dari Undang-undang tersebut, pemerintah melimpahkan kewenangan kepada setiap unit pendidikan untuk menentukan kurikulum tersendiri dengan kekhasan masing-masing daerah dimana unit pendidikan itu berada. Corak kurikulum demikian dinamai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Berdasarkan kewenangan tersebut, Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya Cianjur dengan segala kemampuan yang ada mencoba menyusun kurikulum dengan mengacu kepada potensi yang sekiranya dapat dikembangkan dan idealisme yang dapat dibumikan. Kurikulum tahun 2010 ini merupakan hasil karya asli guru-guru setelah mereka mengikuti pelatihan atau workshop peningkatan kompetensi guru yang salah satu fokus materinya ialah bagaimana cara membuat alisis konteks, syilabus, dan RPP.
Saya cukup bangga. Bersyukur kepada Allah Swt. Alhamdulillah Kurikulum Madrasah Aliyah At-Tafsiri tahun 2011 ini tersusun walaupun masih jauh dari sempurna. Upaya update setiap awal tahun pelajaran mutlak harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terus mengalir deras. Kurikulum ini harus hidup dinamis dan menghasilkan produk lulusan yang sesuai dengan tuntutan kehidupan makhluk yang berada di bumi. Dan sebagai harapan, pada satu saat, MA Al-Riyadl memiliki kurikulum yang telah teruji dan menjadi sebuah kurikulum yang unggul. Namun itu hanyalah sebuah tekad. Kita senantiasa bertawakal kepada Allah Swt. Hasbunallah wa ni’mal wakil, la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.
Campakamulya, 20 Juli 2011
Kepala Madrasah,

SAMSUDIN, SM, SPdI

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan
Pengantar——1
Daftar Isi——2
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang——4
B. Dasar Penyusunan —–5
C. Acuan Operasional —– 6
D. Prinsip Pengembangan —— 6
E. Tujuan—— 6
F. Sasaran——- 7
BAB II : VISI, MISI, DAN TUJUAN MADRASAH
A. Tujuan Pendidikan Nasional ———– 8
B. Visi ———— 8
C. Misi ———— 8
D. Keyakinan ————- 8
E. 7 Nilai Utama ————- 8
F. Tujuan Madrasah ———– 9
G. Cita-cita ———— 9
BAB III : STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. Struktur Kurikulum ——— 10
B. Muatan Kurikulum ——– 11
Tabel I : Struktur dan Muatan Kurikulum Kelas X ——— 13
Tabel II : Struktur dan Muatan Kurikulum Program IPA —— 14
Tabel III : Struktur dan Muatan Kurikulum Program IPS ——- 15
C. Beban Belajar ———– 16
C. Kriteria Ketuntasan Minimal ———— 16
Tabel IV : Kriteria Ketuntasan Minimal —— 18
D. Standar Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan Kelulusan ——– 19
a) Standar Kenaikan Kelas dan Penjurusan ——— 19
b) Standar Kompetensi Lulusan ——— 20
c) Standar Kelulusan ———- 21
Tabel V : Standar Nilai Kelulusan IPS ———— 23
Tabel VI : Standar Nilai Kelulusan IPA ———— 24
BAB IV : KALENDER PENDIDIKAN
A. Alokasi Waktu ——- 25
Tabel VII : Alokasi Waktu pada Kalender Pendidikan ——– 26
B. Penetapan Kalender Pendidikan ——- 26
BAB V : PENGEMBANGAN SILABUS
A. Prinsip Pengembangan Silabus ———- 27
B. Unit waktu Silabus ———– 28
C. Pelaksanaan Pengembangan Silabus ———– 28
D. Langkah-langkah Penyusunan Silabus ———– 28

BAB VI : PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. Dasar Penyusunan ——– 31
B. Prinsip Penyusunan ——- 31
C. Komponen RPP ——— 32
D. Langkah-langkah Menyusun RPP ———- 32
E. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menyusun RPP ——– 33
BAB VII : PENUTUP ————- 33

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Pembagian Tugas Mengajar dan Tenaga Kependidikan
2. Jadwal Pelajaran
3. Kalender Pendidikan
4. Program Kerja Madrasah
5. Silabus dan RPP

No. Mata Pelajaran LAMPIRAN
1. SILABUS 2. RPP
1. Fiqih X, XI, XII  
2. Alqur’an Hadits X, XI, XII  
3. Aqidah Akhlak X, XI,  
4. SKI XII  
5. Pendidikan Kewarganegaraan X, XI, XII  
6. Bahasa Indonesia X, XI, XII  
7. Bahasa Arab X, XI, XII  
8. Bahasa Inggris X, XI, XII  
9. Matematika X, XI, XII  
10. Fisika X, XI IPA, XII IPA  
11. Kimia X, XI IPA, XII IPA  
12. Biologi X, XI IPA, XII IPA  
13. Geografi X, XI IPS, XII IPS  
14. Ekonomi X, XI IPS, XII IPS – -
15. Sosiologi X, XI IPS, XII IPS  
16. Sejarah X, XI, XII  
17. Seni Budaya X, XI, XII  
18. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan X, XI, XII  
19. Teknik Informatika & Komunikasi X, XI, XII  
20. Muatan Lokal Bahasa Sunda  
PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI
21. Keterampilan Tata Busana & tata Boga – -
22. Muhadatsah (Arabic Concersation Training) X  
23. Conversation (English Conversation Training ) XI, XII  
24. Nahwu – Sharaf X, XI, XII  
25. Tafsir Maudhu’i X, XI, XII  
26. Tahfidz X, XI, XII  

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pada perkembangan peradaban manusia yang bertendensi materialistik seperti sekarang ini, lembaga pendidikan madrasah sesungguhnya memiliki peluang yang cukup terbuka untuk berubah dari sekadar warung kecil di perkampungan masyarakat atau kaki lima di pinggir jalan menjadi sebuah toko retailer, grosir, supermarket, bahkan hypermart. Kegundahan hati manusia akibat peradaban materialistik akan berakhir dengan kehausan spiritual yang bersumber pada agama. Madrasah, sejak awal berdiri berfungsi sebagai warung agama; sumber nutrisi spiritual. Jika fungsi tersebut berubah, akan seperti tubuh yang ruhnya terlepas; mungkin tidur atau mati. Daya tawar dan nilai saing akan berada pada kemasan ruh madrasah dapat menyinari peradaban material. Agama; sumber nilai yang kebenarannya absolut, dapat menjadi bahan bakar bagi segala peradaban manusia. Tinggal bagaimana mengemas agar menjadi sesuatu yang up to date, menyenangkan, dan manfaatnya terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengamanatkan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk melakukan upaya-upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat tersebut hanya dapat ditunaikan dengan usaha-usaha pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan secara terencana dan berkesinambungan disertai dengan pensinergian berbagai dimensi yang mesti ada dalam pendidikan, antara lain : aspek religius, ilmiah, akhlak, keterampilan, dan kemasyarakatan. Dengan aspek-aspek tersebut, manusia dapat menjadi manusia yang berkecerdasan multi dimensi : intelektual, emosional, dan spiritual.
Dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, secara nasional, pendidikan berfungsi sebagai agen pengembang kemampuan, pembentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, untuk mewujudkan fungsi serta untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, hal yang harus ada antara lain : muatan (isi, kurikulum), proses, target hasil (lulusan), pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasana, manajemen (pengelolaan), pembiayaan, dan evaluasi. Peraturan tersebut harus dipenuhi oleh seluruh sekolah dalam wadah hukum NKRI. Dan bagi madrasah, untuk memenuhinya merupakan jihad tarbawi yang harus menjadi komitmen bersama. Dari menteri agama hingga office boy di madrasah.
Oleh sebab itu, Madrasah Aliyah (MA) At-Tafsiri Campakamulya Cianjur terus berusaha untuk memenuhi semua komponen tersebut secara maksimal dengan cara mengembangkan diri sehingga mencapai puncak kejayaan yang ditandai dengan meraih PRESTASI dalam segala bidang. Akhirnya, MA At-Tafsiri Campakamulya menjadi SEKOLAH UNGGUL. Pertama-tama unggul pada tingkat LOKAL. Lalu pada tingkat REGIONAL. Lalu meningkat pada tingkat NASIONAL. Dan akhirnya menjadi sebuah MADRASAH BERTARAF INTERNASIONAL. MA At-Tafsiri Campakamulya tidak hanya sekedar menjadi warung kecil di perkampungan, tetapi menjadi sebuah Supermarket. Untuk itulah, MA At-Tafsiri Campakamulya selalu mengevaluasi dan meng-up date kurikulum setiap tahun untuk penyempurnaan.

B. DASAR PENYUSUNAN
Secara konstitusional, Kurikulum 2010 / 2011 Madrasah At-Tafsiri Campakamulya Cianjur disusun berdasarkan perundang-undangan dan peraturan pemerintah sebagai berikut.
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. PP No.19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional;
4. Permen No.22 tahun 2006 tentang Standar Isi;
5. Permen No.23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
6. Permen No.24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Dan standar Kompetensi Lulusan;
7. Peraturan Pemerintah RI nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan;
8. Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
9. Permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
10. Permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
11. Permenag Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Isi Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah Aliyah; dan
12. Permendiknas nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.

C. ACUAN OPERASIONAL
Secara operasional, pengembangan kurikulum Madrasah Aliyah (MA) At-Tafsiri Campakamulya mengacu dan memperhatikan hal-hal berikut.
1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia;
2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik;
3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan;
4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
5. Tuntutan dunia kerja;
6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
7. Agama;
8. Dinamika perkembangan global;
9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan;
10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat;
11. Kesetaraan Jender; dan
12. Karakteristik satuan pendidikan.

D. PRINSIP PENGEMBANGANGAN
Dalam pengembangan dan penyusunan kurikulum ini, ada beberapa prinsip yang menjadi landasan.
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
2. Beragam dan terpadu.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan.
6. Belajar sepanjang hayat.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

E. TUJUAN
1. Mewujudkan pedoman pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran pada Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya Cianjur.
2. Meningkatkan penyelenggaraan proses pembelajaran yang lebih terarah, efektif dan efisien serta lebih membumi.
3. Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
4. Lebih mengoptimalkan tugas, wewenang, dan hak para pendidik.
5. Mewujudkan tujuan pendidikan nasional, serta visi, misi dan tujuan madrasah.
F. SASARAN
1. Analisa kebutuhan dan kemampuan madrasah.
2. Perumusan dan penetapan Visi, Misi dan Tujuan Madrasah.
3. Penyusunan struktur dan muatan kurikulum serta muatan lokal.
4. Penetapan standar ketuntasan belajar, kelulusan, dan beban belajar.
5. Perencanaan kegiatan pengembangan diri dan bimbingan konseling.
6. Penyusunan kalender pendidikan.
7. Pembuatan silabus dan RPP yang berbasis Student Activity.
8. Pembuatan program pendidikan dan pengajaran berbasis keterampilan hidup (life skill).

BAB II
VISI, MISI, DAN TUJUAN MADRASAH

A. TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
Pendidikan nasional, sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 bab II pasal 3 bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sementara tujuan penyelenggaraan pendidikan pada tingkat menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk dapat hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
B. VISI
Terwujudnya lulusan yang berilmu agama luhung, menguasai sains dan ICT, berakhlak mulia, berbahasa Arab-Inggris komunikatif, berbadan sehat, dan berjiwa wirausaha.
C. MISI
Menumbuhkembangkan potensi peserta didik melalui pembelajaran multi dimensi dengan pendekatan hati dan kecerdasan ganda untuk menjadi orang terdepan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Secara operasional, misi yang diemban dapat ditafsirkan sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pelayanan pendidikan dan pengajaran yang bermutu dalam bidang ilmu agama Islam, sains, teknologi informasi dan komunikasi, bahasa, pendidikan jasmani dan kesehatan, seni budaya, dan kewirausahaan.
2. Menyelenggarakan bimbingan dan latihan-latihan pengembangan diri dalam kerangka kecakapan intelektual, emosional, spiritual, dan social.
3. Menyelenggarakan manajemen kependidikan dan pengajaran yang terbuka, serta berbasis kebersamaan, kekeluargaan, dan akuntabilitas.
4. Melakukan berbagai usaha dan upaya untuk mensejahterakan warga madrasah lahir dan batin.
5. Melakukan kontak social dengan seluruh lapisan masyarakat dan membuka mitra kerjasama dengan dunia usaha dan lembaga lainnya.
D. KEYAKINAN :
Semuanya cerdas, spesial dan berhati nurani.
E. 7 NILAI UTAMA :
1. Sayang diri dan orang lain
2. Berpikiran kreatif dan optimis
3. Berhati tulus dan percaya diri
4. Berjiwa mandiri dan luwes
5. Bersikap ilmiah dan bersahaja
6. Bekerjasama dan saling menolong
7. Berusaha menjadi teladan
F. TUJUAN MADRASAH
Secara institusional, Madrasah Aliyah (MA) At-Tafsiri Campakamulya bertujuan untuk mewujudkan lulusan yang memiliki kemampuan dasar keagamaan yang kokoh, unggul dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam [IPA] atau Ilmu Pengetahuan Sosial [IPS] sesuai minat masing-masing peserta didik serta menguasai keterampilan dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi [TIK] yang dikerangkai dengan akhlak mulia, kemampuan bahasa Arab dan Inggris komunikatif, berbadan sehat, serta berjiwa kewirausahaan.
G. CITA-CITA
Melewati periode 5 tahun pertama dengan perkembangan madrasah yang cukup signifikan. Pada periode 5 tahun kedua yang akan berakhir pada tahun 2013, cita-cita pengembangan madrasah paling tidak MENJADI MADRASAH YANG UNGGUL PADA TINGKAT LOKAL dengan indikator sebagai berikut.
1. Memiliki kurikulum yang telah teruji dan berstandar unggul;
2. Terciptanya proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, serta memotivasi peserta didik untuk aktif, kreatif, berprakarsa, dan mandiri sesuai bakat dan minatnya;
3. Terwujudnya keunggulan dalam pembinaan akhlak dan hapalan Alquran juz 30 sebagai syarat pengambilan ijazah;
4. Bericon keunggulan dalam bidang bahasa Arab / bahasa Inggris, dan TIK;
5. Terciptanya keunggulan dalam bidang MIPAS (Matematika, IPA & Sosial);
6. Kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi standar profesional;
7. Memiliki gedung dan ruang belajar tersendiri dengan pasilitas belajar yang lengkap dan berkualitas serta memenuhi standar keharusan PP No.19 Th. 2005;
8. Pengelolaan madrasah yang lebih mandiri, lebih partisipatif, lebih terbuka, akuntabilitas, serta memiliki jaringan kemitraan (network) yang lebih luas;
9. Terpeliharanya pemenuhan biaya operasional secara simultan;
10. Terwujudnya investasi modal kerja (deposito/dana abadi); dan
11. Penilaian, selain berfungsi sebagai alat ukur ketercapaian kompetensi dan dasar penyusunan laporan, juga berfungsi sebagai timbal balik perbaikan KBM.

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. STRUKTUR KURIKULUM
Struktur kurikulum mengatur banyaknya mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam jangka waktu tiga tahun dalam enam semester, yang dibagi dalam tiga tingkatan kelas. Struktur kurikulum berisi sejumlah mata pelajaran yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran, dengan mengacu pada standar isi, standar kompetensi lulusan, dan standar kompetensi mata pelajaran. Di dalamnya terdapat 8 (delapan) kelompok mata pelajaran, yaitu :
a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia melalui pembelajaran akidah akhlak, Alquran Hadis, dan fikih secara lebih mendalam.
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas diri sebagai manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, serta sikap dan perilaku antikorupsi, kolusi, dan nepotisme.
c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif, dan mandiri.
d. Kelompok mata pelajaran estetika.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasi keindahan dan harmoni yang mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmoni.
e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan potensi pisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama dan hidup sehat yang mencakup kesadaran, sikap, dan perilaku sehat yang bersifat individual ataupun kolekstif seperti keterbebasan dari freesex, narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.
f. Kelompok mata pelajaran bahasa.
Kelompok mata pelajaran ini terdiri dari bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk mempertajam kemampuan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). Selain sebagai mata pelajaran umum, untuk bahasa Arab dan bahasa Inggris dijadikan sebagai program unggulan yang mengharuskan peserta didik menguasai salah satunya.
g. Kelompok mata pelajaran muatan lokal.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk melestarikan bahasa dan budaya sunda sehingga tetap terpelihara suku sunda yang “luhung budayana, penggkuh agamana.” Internalisasi budaya dan bahasa sunda sebagai modal dasar pembentukan kepribadian orang sunda yang “nyunda.”
h. Mata Pelajaran Keterampilan dan Pengembangan Diri
Mata pelajaran keterampilan dan pengembangan diri merupakan program pilihan bagi siswa sesuai minat dan bakat masing-masing. Tujuannya untuk membekali lulusan keterampilan hidup (skill) yang dapat dijadikan media untuk mencari penghidupan. Bidang yang disajikan antara lain : menjahit, bordir, desain mode, dan desain grafis. Selain itu, juga untuk mengembangkan dan melestarikan turats ilmu-ilmu kepesantrenan sebagai modal pembentukan kepribadian yang didasari hati nurani yang lurus serta sebagai pengauatan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Mata pelajaran ini ada yang dilaksanakan di dalam dan di luar jam pelajaran reguler. Artinya dilaksanakan dalam bentuk pelatihan secara periodikal.
Pada tahun pertama, siswa wajib mengikuti seluruh mata pelajaran. Sementara pada tahun kedua, siswa yang dinyatakan memenuhi syarat naik ke kelas XI, dibagi dalam dua program jurusan, yaitu program ilmu alam, dan program ilmu sosial. Untuk program ilmu alam selanjutnya disingkat menjadi kelas XI IPA dan untuk program ilmu sosial disingkat kelas XI IPS. Demikian juga untuk tahun ketiga pada kelas XII, siswa dapat melanjutkan pembelajaran berdasarkan program yang telah diikutinya pada kelas XI, jika memenuhi syarat kenaikan kelas.
B. MUATAN KURIKULUM
Kurikulum kelas X wajib diikuti oleh semua siswa tingkat awal. Diberikan dalam dua semester. Memuat 18 mata pelajaran. Ditambah dengan muatan lokal; bahasa sunda, dan program pengembangan diri berupa keterampilan dan kepesantrenan yang memuat materi pelajaran Muhadatsah, Baca Tulis Al-Quran, Tahfidz, dan Nahwu Sharaf. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri dari OSIS, Pramuka, Paskribra, KIR, Olahraga, dan Seni Budaya. Program ini ini bersifat elektif. Artinya, peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Struktur dan muatan kurikulum kelas X selengkapnya tertuang dalam tabel I.
Muatan kurikulum di kelas XI dan XII, terdiri dari 15 mata pelajaran plus muatan lokal; bahasa sunda, dan program pengembangan diri berupa keterampilan dan kepesantrenan yang memuat materi pelajaran conversation, Tahfidz, Nahwu Sharaf, dan Tafsir maudhu’i. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri dari OSIS, Pramuka, Paskribra, KIR, Olahraga, dan Seni Budaya. Sebagaimana di kelas X, program pengembangan diri dan kegiatan ekstrakurikuler bersifat elektif. Artinya, peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Dari 15 mata pelajaran tersebut terbagi dua, yaitu program umum dan khusus. Program umum wajib diikuti oleh semua siswa setiap kelas, sementara program khusus hanya wajib diikuti oleh siswa kelas program pilihan masing-masing. Mata pelajaran umum terdiri dari : Fiqih, Qur’an Hadits, Aqidah Akhlak, SKI (bagi kelas XII), Kewarganegaraan, Sejarah Nasional dan Umum, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan kesehatan, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sedangkan Mata Pelajaran program Ilmu Alam meliputi Matematika IPA, Fisika, Kimia, dan Biologi. Untuk program ilmu sosial meliputi mata pelajaran Matematika IPS, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Selengkapnya struktur kurikulum untuk kelas XI dan XII tertuang pada tabel II dan III.

TABEL I
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM KELAS X

NO KOMPONEN JUMLAH JP PERMINGGU
GANJIL GENAP
A. Mata Pelajaran Inti
1. Pendidikan Agama Islam
a. Fiqih 2 2
b. Alqur’an Hadits 2 2
c. Aqidah Akhlak 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4
4. Bahasa Arab 3 3
5. Bahasa Inggris 4 4
6. Matematika 4 4
7. Fisika 3 3
8. Kimia 3 3
9. Biologi 2 2
10. Geografi 2 2
11. Ekonomi 2 2
12. Sosiologi 2 2
13. Sejarah 2 2
14. Seni Budaya 2 2
15. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 2 2
16. Teknik Informatika & Komunikasi 2 2
17. Bahasa Sunda (2) (2)
18. Bimbingan & Konseling* (2) (2)
B. PROGRAM MUATAN LOKAL **
1. Keterampilan Tata Busana & Desain Grafis (2) (2)
2. Muhadatsah (Arabic Conversation Training) 1 1
3. Nahwu – Sharaf 2 2
4. Praktik Ibadah dan Tilawatil Quran 1 1
5. Tahfidz 1 1
Jumlah Jam Pelajaran 50 JP 50 JP

Catatan :
* Bimbingan dan konseling setara dengan 2 jam pelajaran dan dilaksanakan di luar jam pelajaran dalam bentuk layanan konsultasi studi dan masalah remaja.
** Program pengembangan diri sama dengan dua jam pelajaran. Dilaksanakan sesuai pilihan masing-masing siswa. Dan jika memerlukan pendalaman dapat dilaksanakan dalam bentuk training khusus di luar jam pelajaran.
TABEL II
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM PROGRAM ILMU ALAM

NO KOMPONEN KELAS XI IPA KELAS XII IPA
GSL GNP GSL GNP
A. MATA PELAJARAN INTI
1. Pendidikan Agama Islam
a. Fiqih 2 2 2 2
b. Al qur’an Hadits 2 2 2 2
c. Aqidah Akhlak 2 2 – -
d. SKI – – 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4. Bahasa Arab 4 4 4 4
5. Bahasa Inggris 4 4 4 4
6. Matematika IPA 5 5 5 5
7. Fisika 5 5 5 5
8. Kimia 5 5 5 5
9. Biologi 4 4 4 4
10. Sejarah 1 1 1 1
11. Seni Budaya 1 1 1 1
12. Pend. Jasmani & Kesehatan 2 2 2 2
13. Teknik Informatika & Komunikasi 2 2 2 2
14. Bahasa Sunda (2) (2) (2) (2)
15. Bimbingan dan Konseling* (2) (2) (2) (2)
B. PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI**
1. Keterampilan menjahit (2) (2) (2) (2)
2. English Conversation Training (ECT) 2 2 2 2
3. Nahwu – sharaf 1 1 1 1
4. Tafsir Maudhu’i 1 1 1 1
5. Tahfidz 1 1 1 1
Jumlah Jam Pelajaran Perminggu 50 50 50 50

Catatan :
* Bimbingan dan konseling setara dengan 2 jam pelajaran dan dilaksanakan di luar jam pelajaran dalam bentuk layanan konsultasi studi dan masalah remaja.
** Program pengembangan diri sama dengan dua jam pelajaran. Dilaksanakan sesuai pilihan masing-masing siswa. Dan jika memerlukan pendalaman dapat dilaksanakan dalam bentuk training khusus di luar jam pelajaran.

TABEL III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM PROGRAM ILMU-ILMU SOSIAL

NO KOMPONEN XI IPS XII IPS
GSL GNP GSL GNP
A. Mata Pelajaran Inti
1. Pendidikan Agama Islam
a. Fiqih 2 2 2 2
b. Al qur’an Hadits 2 2 2 2
c. Aqidah Akhlak 2 2 – -
d. SKI – – 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4. Bahasa Arab 4 4 4 4
5. Bahasa Inggris 4 4 4 4
6. Matematika IPS 4 4 4 4
7. Ekonomi dan Akuntansi 5 5 5 5
8. Sosiologi 4 4 4 4
9. Geografi 4 4 4 4
10. Sejarah 3 3 3 3
11. Seni Budaya 1 1 1 1
12. Pend. Jasmani & Kesehatan 2 2 2 2
13. Teknik Informatika & Komp. 2 2 2 2
14. Bahasa Sunda (2) (2) (2) (2)
15. Bimbingan dan Konseling * (2) (2) (2) (2)
B. PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI **
a. Keterampilan menjahit (2) (2) (2) (2)
b. English Conversation Training (ECT) 2 2 2 2
c. Nahwu – sharaf 1 1 1 1
d. Tafsir Maudhu’i dan Hadits 1 1 1 1
e. Tahfidz 1 1 1 1
Jumlah Jam Pelajaran Perminggu 50 50 50 50

Catatan :
* Bimbingan dan konseling setara dengan 2 jam pelajaran dan dilaksanakan di luar jam pelajaran dalam bentuk layanan konsultasi studi dan masalah remaja.
** Program pengembangan diri sama dengan dua jam pelajaran. Dilaksanakan sesuai pilihan masing-masing siswa. Dan jika memerlukan pendalaman dapat dilaksanakan dalam bentuk training khusus di luar jam pelajaran.

C. BEBAN BELAJAR
Beban belajar yang diatur dalam kurikulum Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya tahun 2011 ini adalah beban belajar dengan paket, yaitu sistem penyelenggaraan program pendidikan di mana peserta didik wajib mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku. Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem ini dinyatakan dalam Satuan Jam Pelajaran (SJP).
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui Kegiatan Tatap Muka (KTM), Tugas Terstruktur (TT), dan Tugas Mandiri Tidak Terstruktur (TMTT). Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.
Kegiatan Tatap Muka (KTM) dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pembelajaran di dalam kelas di mana guru berinteraksi langsung dengan peserta didik dengan alokasi waktu SJP selama 45 menit. Sedangkan untuk beban belajar selengkapnya diatur sebagai berikut:
1. Satu jam pembelajaran tatap muka = 45 menit
2. Hari belajar efektif memuat maksimum 9 JP dengan 2 kali istirahat, kecuali hari Jum’at maksimum 6 JP dengan satu kali istirahat.
3. Satu minggu efektif memuat maksimum 48 – 50 satuan JP.
4. Minggu efektif pembelajaran selama satu semester antara 17 s.d. 19 minggu.
5. Jumlah jam pembelajaran dalam satu tahun pembelajaran adalah 34 s.d 38 minggu.
Tugas Terstruktur (TT) ialah kegiatan pembelajaran untuk reinforcement dan pendalaman materi bahan ajar oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian tugas ditentukan oleh guru, maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari setiap mata pelajaran.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur (TMTT) adalah kegiatan pembelajaran atas inisiatif dan kreatifitas peserta didik secara mandiri untuk perluasan wawasan bidang pelajaran, namun tetap atas bimbingan guru. Antara lain dalam bentuk resensi buku, menulis makalah, mencari informasi dalam media masa, internet, atau menggali sendiri pengetahuan dari sumber-sumber yang lain yang tidak tersedia di sekolah.

D. KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)
Untuk memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan, perlu ditetapkan Ketuntasan Belajar Minimal (KKM), dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) belajar untuk setiap mata pelajaran dinyatakan dalam satuan angka antara 10 sd 100.
2. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ditetapkan oleh guru mata pelajaran sesuai Kompetensi dasar yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan komponen Kompleksitas, sarana pendukung, dan intake siswa.
3. KKM untuk setiap KD idealnya sama dengan atau lebih dari 75% indikator KD tersebut terpenuhi atau dicapai oleh siswa.
4. Nilai batas Kriteria Ketuntasan belajar Minimal untuk setiap mata pelajaran, diberitahukan kepada siswa dan orang tua/walinya, pada setiap awal semester.
5. Siswa yang belum memenuhi nilai batas Kriteria Ketuntasan Minimal, mendapat remedial dari guru mata pelajaran yang bersangkutan. Sementara bagi siswa yang lebih cepat memenuhi batas KKM mendapat pengayaan.
6. Nilai hasil belajar siswa dilaporkan kepada orang tua/wali siswa setiap akhir semester dalam bentuk Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS).
Adapun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap pelajaran dari setiap tingkatan pada tahun pelajaran 2010 / 2011 sebagaimana pada tabel IV.

Tebel IV
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)
TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011

No. Mata pelajaran yang telah ditentukan KKM-nya Nilai KKM (1-100)
Kelas
X XI.IPA XI.IPS XII.IPA XII.IPS
1 Al-qur’an Hadits 73 75 75 75 75
2 Aqidah Akhlak 73 75 75 – -
3 Fiqih 72 75 75 76 76
4 SKI – – – 75 75
5 PKn 75 75 75 75 75
6 Bahasa Idonesia 72 75 73 75 75
7 Bahasa Inggris 72 75 73 78 75
8 Bahasa Arab 72 74 70 75 72
9 Matematika 70 70 68 70 67
10 Fisika 67 70 – 70 -
11 Kimia 67 70 – 70 -
12 Biologi 70 72 – 72 -
13 Sejarah 73 75 73 75 73
14 Geografi 72 – 75 – 75
15 Ekonomi – Akuntansi 72 – 73 – 75
16 Sosiologi 72 – 75 – 75
17 Seni Budaya 75 75 75 75 75
18 TIK 70 70 70 70 70
19 Penjas 75 75 75 75 75
20 Muatan Lokal Bahasa Sunda 67 67 67 67 67
21 Pengembangan diri
a. Tahfidz 70 74 70 74 70
b. Tafsir Maudhu’i 70 72 70 74 70
c. Nahwu Sharaf 70 70 70 70 70
d. Muhadatsah 70 – – – -
e. Conversation – 70 70 70 70
f. Keterampilan 70 70 70 70 70
E. STANDAR KENAIKAN KELAS, PENJURUSAN DAN KELULUSAN

a. Standar Kenaikan Kelas dan Penjurusan
Untuk menetapkan seorang siswa naik atau tidak naik ke tingkat kelas yang lebih tinggi, perlu diatur standar kenaikan kelas, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Seorang siswa dapat dinyatakan naik kelas satu tingkat lebih tinggi, jika telah mengikuti pembelajaran efektif selama satu tahun pembelajaran, sekurang-kurangnya 90% dari jumlah hari efektif belajar, dan memenuhi nilai hasil belajar dalam batas kriteria kenaikan kelas.
2. Nilai hasil belajar semua mata pelajaran yang diperoleh siswa, sekurang-kurangnya sama dengan KKM masing-masing mata pelajaran.
3. Siswa yang memperoleh nilai hasil belajar di bawah KKM tidak lebih dari tiga mata pelajaran, dapat dipertimbangkan untuk naik kelas. Dengan syarat:
a. Nilai hasil belajar khusus program penjurusan tidak di bawah KKM mata pelajaran tersebut.
b. Selambat-lambatnya satu bulan pada awal tahun pelajaran berikutnya, telah memenuhi nilai KKM mata pelajaran yang bersangkutan. Jika dalam waktu tersebut siswa yang bersangkutan tidak dapat memenuhi nilai KKM, maka siswa tersebut dinyatakan batal naik kelas dan dikembalikan ke tingkat kelas sebelumnya.
c. Siswa yang termasuk kriteria point a dan b ini dinyatakan naik bersyarat.
4. Proses penetapan kenaikan kelas dilaksanakan dalam forum rapat pleno semua guru setelah melalui rapat ferivikasi wali kelas. Dan dilaksanakan selambat-lambatnya satu hari sebelum hari pembagian LHBS.
5. Keputusan rapat pleno bersifat mutlak dan mengikat bagi semua guru untuk melaksanakannya.
6. Program penjurusan dimulai dari tingkat kelas XI. Terdiri dari dua pilihan program penjurusan. Yaitu:
A. Program IPA, dengan mata pelajaran khusus: Matematika IPA, Fisika, Biologi dan Kimia.
B. Program IPS, dengan mata pelajaran khusus: Matermatika IPS, Ekonomi, Geografi dan Sosiologi.
7. Penetapan siswa ke dalam salah satu program tersebut pada nomor 6 dilaksanakan oleh guru BP/BK atau musyawarah wakil kepala bidang kurikulum, wali kelas X dan guru rumpun IPA dan IPS dengan memperhatikan syarat berikut ini:
a) Seorang siswa dapat ditempatkan di salah satu program IPA atau IPS jika telah dinyatakan naik kelas dari kelas X ke kelas XI.
b) Penempatan siswa pada salah satu program dilakukan dengan cara mempertimbangkan kemampuan dasar, keinginan siswa, kemampuan akademis, dan dukungan pihak orang tua/wali yang bersangkutan.
8. Kemampuan akademis yang dimaksud pada nomor 7b di atas adalah nilai prestasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran yang menjadi syarat pemilihan program tidak kurang dari nilai KKM mata pelajaran yang bersangkutan. Seperti berikut ini:
1. Seorang siswa dapat ditempatkan di kelas program IPA jika rata-rata nilai LHBS kelas X pada mata pelajaran Fisika, Biologi, Kimia dan Matematika, minimal sama dengan nilai KKM.
2. Seorang siswa dapat ditempatkan di kelas program IPS jika rata-rata nilai LHBS kelas X pada mata pelajaran Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Sejarah minimal sama dengan nilai KKM.

b. Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya Cianjur dikembangkan berdasarkan tujuan penyelenggraan pendidikan tingkat menengah, yaitu meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk dapat hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006 Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Madrasah Aliyah (MA) Al-Riyadl sebagai berikut.
1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama sesuai dengan tingkat perkembangan remaja;
2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangan;
3. Menunjukan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya;
4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial;
5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global;
6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif;
7. Menunjukan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan;
8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri;
9. Menunjukan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik;
10. Menunjukan kemamampuan menganalisisi dan memecahkan malasah kompleks.
11. Menunjukan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial;
12. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab;
13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI;
14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan buadaya;
15. Mengapresiasi karya seni dan buadaya;
16. Menghasilkan karya kreatif, baik individu maupun kelompok;
17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan;
18. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun;
19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat;
20. Menghargai adaya berbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain;
21. Menunjukan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis;
22. Menunjukan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia serta dalam bahasa Inggris dan/ atau Arab;
23. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi;
24. Menunjukan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi; dan
25. Menunjukan kemampuan melaksanakan ibadah secara baik dan hapalan Alquran juz 30.

c. Standar Kelulusan
Untuk menetapkan kelulusan siswa kelas XII pada akhir tahun pelajaran, perlu diatur standar kelulusan dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Seorang siswa kelas XII dapat dinyatakan lulus jika telah melalui proses pengujian dan memperoleh nilai hasil ujian sesuai dengan batas nilai yang telah ditetapkan.
2. Ujian bagi setiap siswa kelas XII dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu ujian praktek, ujian tulis madrasah dan ujian nasional.
3. Ujian praktek dilaksanakan untuk semua mata pelajaran yang pada proses pembelajarannya menerapkan aspek penilaian praktek dan dilaksanakan selambat-lambatnya satu minggu sebelum ujian tulis madrasah.
4. Ujian tulis madrasah dilaksanakan untuk semua mata pelajaran yang tidak diujikan pada ujian nasional, kecuali mata pelajaran yang pada proses pembelajarannya tidak menerapkan aspek penilaian kognitif. Dilaksanakan selambat-lambatnya satu minggu sebelum ujian nasional atau satu minggu setelah ujian nasional.
5. Nilai hasil ujian praktek dan nilai hasil ujian tulis madrasah untuk semua siswa digabung dalam buku daftar kumpulan nilai hasil ujian madrasah (DKHUS). DKHUS ini juga memuat nilai LHBS semester gasal dan rata-rata nilai KD semester genap setiap siswa.
6. Nilai akhir untuk penulisan pada ijazah ditetapkan dalam rumus
N1 + N2 + N3 = NA
3
NA = Nilai Akhir dinyatakan dalam satuan antara 0 sd 10 dalam dua desimal dengan batas minimal setara dengan KKM mata pelajaran yang bersangkutan.
N1 = Nilai rata-rata LHBS semester I sd semester V
N2 = Nilai hasil ujian madrasah
N3 = Nilai hasil Ujian Nasional
7. Ujian nasional dilaksanakan sesuai ketentuan pemerintah.
8. Ketentuan nilai kelulusan pada tahun pelajaran 2011 / 2012 ditentukan sebagaimana pada tabel V dan VI berikut :

TABEL V
STANDAR NILAI KELULUSAN (SNK)
PROGRAM ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)

NO KOMPONEN SNK
TULIS PRAKTEK
A. Mata Pelajaran Inti
1. Pendidikan Agama Islam
a. Fiqih 6,65 7,00
b. Al qur’an Hadits 6,65 7,00
c. Aqidah Akhlak 6,65 -
d. SKI 6,25 -
2. Pendidikan Kewarganegaraan 6,50 -
3. Bahasa Indonesia 6,60 7,00
4. Bahasa Arab 6,25 6,50
5. Bahasa Inggris 6,25 6,50
6. Matematika 6,00 -
7. Ekonomi 6,25 -
8. Sosiologi 6,65 -
9. Geografi 6,65 -
10. Sejarah 6,25 -
11. Seni Budaya – 6,50
12. Pend. Jasmani & Kesehatan – 6,50
13. Teknik Informatika & Komp. 6,50 7,00
14. Muatan Lokal Bahasa Sunda 6,50 6,50
15. Pengembangan diri
a. Tahfidz 6,50
b. Tafsir Maudhu’i 6,50
c. Nahwu Sharaf 6,50
d. Muhadatsah – 7,00
e. Conversation – 7,00
f. Keterampilan Menjahit – 7,00

TABEL VI
STANDAR NILAI KELULUSAN (SNK)
PROGRAM ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

NO KOMPONEN SNK
TULIS PRAKTEK
A. Mata Pelajaran Inti
1. Pendidikan Agama Islam
a. Fiqih 6,75 7,00
b. Al qur’an Hadits 6,75 7,00
c. Aqidah Akhlak 6,75 -
d. SKI 6,40 -
2. Pendidikan Kewarganegaraan 6,75 -
3. Bahasa Indonesia 6,75 7,00
4. Bahasa Arab 6,25 6,50
5. Bahasa Inggris 6,50 6,75
6. Matematika 6,25 -
7. Kimia 6,75 6,75
8. Biologi 6,75 6,75
9. Fisika 6,25 6,25
10. Sejarah 6,50 -
11. Seni Budaya – 7,00
12. Pend. Jasmani & Kesehatan – 7,00
13. Teknik Informatika & Komp. 6,75 7,00
14. Muatan Lokal Bahasa Sunda 6,50 6,50
15. Pengembangan diri
a. Tahfidz 6,50
b. Tafsir Maudhu’i 6,50
c. Nahwu Sharaf 6,50
d. Muhadatsah – 7,00
e. Conversation – 7,00
f. Keterampilan Menjahit – 7,00

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

Kurikulum satuan pendidikan pada MA At-Tafsiri Campakamulya diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.

A. Alokasi Waktu
Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran.
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran.
Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah dengan jam untuk kegiatan pengembangan diri.
Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, dan hari libur khusus.
Aloksi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya sebagaimana tertera pada tabel VII.

TABEL VII
ALOKASI WAKTU PADA KALENDER PENDIDIKAN

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan
1. Minggu efektif belajar Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif
2. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu satu minggu setiap semester
3. Ujian Akhir semester Maksimum 1 minggu Setiap semester genap dan ganjil
4. Remidial Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester
5. Jeda antar semester Maksimum 2 minggu Antara semester genap dan ganjil
6. Libur Akhir tahun pelajaran Maksimum 3 minggu Digunakan untuk persiapan kegiatan dan administrasi kahir dan awal tahun pelajaran
7. Hari Libur Keagamaan 2 – 4 minggu
8. Hari Libur Umum / Nasional Maksimum 2 minggu Disesuaikan dengan peraturan pemerintah
9. Hari Libur Khusus Maksimum 1 minggu Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing – masing.
10. Kegiatan khusus madrasah Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu sefektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

B. Penetapan Kalender Pendidikan
1. Kalender pendidikan pada Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya disesuaikan dengan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Barat.
2. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.
3. Hari libur ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. Kepala daerah kabupaten, dan/atau organisasi penyelenggra pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

BAB V
PENGEMBANGAN SILABUS

Silabus adalah rencana pembelajaran pada setiap mata pelajaran yang mencakup : standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu dan sumber pembelajaran. Silabus merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kurikulum di madrasah. Disusun oleh setiap guru bidang studi.

A. PRINSIP PENGEMBANGAN SILABUS
Silabus disusun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Ilmiah, artinya seluruh materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus valid dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.
2. Relevan, artinya cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, social, emosional dan spiritual peserta didik.
3. Sistematis, artinya komponen–komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4. Konsisten, artinya adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar,, indokator, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5. Memadai, artinyacakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar dan penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6. Aktual dan kontekstual, artinya cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar dan penilaian, memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata dan peristiwa yang terjadi.
7. Fleksibel, artinya keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, serta dinamika perubahan yang terjadi di madrasah dan tuntutan masyarakat.
8. Menyeluruh, artinya komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi ( kognitif, afektif, psikomotor )

B. UNIT WAKTU SILABUS
1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan keseluruh alokasi waktu yang dtersedia untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan persemester, dalam setahun dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
3. Implementasi mata pelajaran persemester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.

C. PELAKSANA PENGEMBANGAN SILABUS
Pengembangan silabus dilakukan secara berkelompok dalam wadah MGMP yang dibagi ke dalam rumpun pelajaran sebagai berikut :
a. Kelompok mata pelajaran Pendidikan Agama Islam meliputi Fiqih, Al Qur’an Hadits, Aqidah Akhlak, SKI
b. Kelompok Mata Pelajaran Sosial dan Seni Budaya yang meliputi PKn, Pendidikan Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Sosiologi, ekonomi, geografi, dan Sejarah.
c. Kelompok mata pelajaran Bahasa meliputi Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
d. Kelompok mata pelajaran MIPA meliputi Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, TIK.
e. Kelompok mata pelajaran muatan lokal, meliputi : tafsir maudhu’i, conversation, muahadatsah, nahwu – sharaf, dan tahfidz.

D. LANGKAH – LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS
Silabus disusun dengan memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar :
a. Urutan Hierarki konsep disiplin / struktur ilmu / kesulitan materi.
b. Keterkaitan SK dan KD
c. Keterkaitan antar SK dan KD antar mata pelajaran
2. Mengidentifikasi materi pokok pelajaran dengan mempertimbangkan hal–hal sebagai berikut :
a. Potensi peserta didik
b. Relevansi dengan karakteristik daerah
c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, social dan spiritual peserta didik
d. Kebermanfaatan bagi peserta didik
e. Struktur keilmuan
f. Aktualitas, kedalaman dan keluasan materi
g. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan
h. Alokasi waktu
3. Mengembangkan kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang terbaik bagi siswa dengan cara melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik dengan guru, lingkungan tempat peserta didik berada, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik, memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Hal – hal yang diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada peserta didik, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik.
b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian pembelajaran yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
c. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran disesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
d. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa yaitu, kegiatan siswa dari materi.
4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan prilaku yang dapat diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan kata kerja operasional yang terukur dan / atau diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
5. Penentuan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan / atau produk, penggunaan portfolio dan penilaian diri dengan memerhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Penilaian diarahkan untuk mencapai kompetensi dasar
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan, artinya semua indicator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut berupa berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensi dasarnya di bawah criteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. System penilaian disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.
6. Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, kelulusan, kedalaman, tingkat kesulitan dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.
7. Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan kepada standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi.

BAB VI
PENGEMBANGAN RPP

RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar. Setiap unit RPP paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang meliputi 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.
A. Dasar Penyusunan
1. PP Nomor 19 tahun 2005 tentang SNP pasal 20 : Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
2. PERMENDIKNAS Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses:
a. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.
b. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.
c. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis
B. Prinsip Penyusunan RPP
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis
4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
5. Keterkaitan dan keterpaduan
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
C. Komponen RPP
1. Identitas Mata Pelajaran
2. Standar Kompetensi
3. Kompetensi Dasar
4. Indikator Pencapaian Kompetensi
5. Tujuan Pembelajaran
6. Materi Ajar
7. Alokasi Waktu
8. Metode Pembelajaran
9. Kegiatan Pembelajaran
10. Penilaian Hasil Belajar
11. Sumber Belajar
D. Langkah-langkah Menyusun RPP
1. Mengisi kolom identitas
2. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan
3. Menentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun)
4. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK, KD, dan Indikator yang telah ditentukan. (Lebih rinci dari KD dan Indikator, pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran, karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi.)
5. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran
6. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan
7. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan inti terdiri dari 3 aktivitas pokok, yaitu ekplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
8. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan.
9. Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoran, dll.
E. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan RPP
1. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
2. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang harus dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
3. Tujuan pembelajaran dapat mencakupi sejumlah indikator, atau satu tujuan pembelajaran untuk beberapa indikator, yang penting tujuan pembelajaran harus mengacu pada pencapaian indikator.
4. Kegiatan pembelajaran (langkah-langkah pembelajaran) dibuat setiap pertemuan, bila dalam satu RPP terdapat 3 kali pertemuan, maka dalam RPP tersebut terdapat 3 langkah pembelajaran.
5. Bila terdapat lebih dari satu pertemuan untuk indikator yang sama, tidak perlu dibuatkan langkah kegiatan yang lengkap untuk setiap pertemuannya.

BAB VII
PENUTUP

Demikian kurikulum MA At-Tafsiri Campakamulya ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran pada Madrasah Aliyah (MA) At-Tafsiri Campakamulya. Penyusunan kurikulum ini telah melibatkan banyak pihak yang sekiranya dapat memberikan masukan dan saran. Antara lain meminta sumbang saran kepada Tim Ahli dari Madrasah Development Centre Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat dalam rangka Workshop Peningkatan Kompetensi Guru, serta menggunakan forum MGMP Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya.
Walaupun telah melibatkan banyak pihak, kurikulum ini masih tetap menyisakan banyak kekurangan. Insya Allah sesuai dengan prinsip kreatif dan inovatif, kurikulum ini akan senantiasa dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan perkembangan. Setidaknya dalam setiap akhir tahun pelajaran kurikulum ini akan dikaji ulang, sebagai upaya penyempurnaan.
Akhirnya, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan kurikulum ini. Semoga Allah senantiasa memberi jalan yang terang kepada kita semua untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Cianjur, 20 Juli 2011

TIM Penyusun

KATA PENGANTAR

Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pemerintah memberi keleluasaan kepada masyarakat penyelenggara pendidikan untuk menentukan corak pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kondisi daerahnya. Sebagai salah satu implementasi dari Undang-undang tersebut, pemerintah melimpahkan kewenangan kepada setiap unit pendidikan untuk menentukan kurikulum tersendiri dengan kekhasan masing-masing daerah dimana unit pendidikan itu berada. Corak kurikulum demikian dinamai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Berdasarkan kewenangan tersebut, Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya Cianjur dengan segala kemampuan yang ada mencoba menyusun kurikulum dengan mengacu kepada potensi yang sekiranya dapat dikembangkan dan idealisme yang dapat dibumikan. Kurikulum tahun 2010 ini merupakan hasil karya asli guru-guru setelah mereka mengikuti pelatihan atau workshop peningkatan kompetensi guru yang salah satu fokus materinya ialah bagaimana cara membuat alisis konteks, syilabus, dan RPP.
Saya cukup bangga. Bersyukur kepada Allah Swt. Alhamdulillah Kurikulum Madrasah Aliyah At-Tafsiri tahun 2011 ini tersusun walaupun masih jauh dari sempurna. Upaya update setiap awal tahun pelajaran mutlak harus dilakukan untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terus mengalir deras. Kurikulum ini harus hidup dinamis dan menghasilkan produk lulusan yang sesuai dengan tuntutan kehidupan makhluk yang berada di bumi. Dan sebagai harapan, pada satu saat, MA Al-Riyadl memiliki kurikulum yang telah teruji dan menjadi sebuah kurikulum yang unggul. Namun itu hanyalah sebuah tekad. Kita senantiasa bertawakal kepada Allah Swt. Hasbunallah wa ni’mal wakil, la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.
Campakamulya, 20 Juli 2011
Kepala Madrasah,

SAMSUDIN, SM, SPdI

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan
Pengantar——1
Daftar Isi——2
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang——4
B. Dasar Penyusunan —–5
C. Acuan Operasional —– 6
D. Prinsip Pengembangan —— 6
E. Tujuan—— 6
F. Sasaran——- 7
BAB II : VISI, MISI, DAN TUJUAN MADRASAH
A. Tujuan Pendidikan Nasional ———– 8
B. Visi ———— 8
C. Misi ———— 8
D. Keyakinan ————- 8
E. 7 Nilai Utama ————- 8
F. Tujuan Madrasah ———– 9
G. Cita-cita ———— 9
BAB III : STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. Struktur Kurikulum ——— 10
B. Muatan Kurikulum ——– 11
Tabel I : Struktur dan Muatan Kurikulum Kelas X ——— 13
Tabel II : Struktur dan Muatan Kurikulum Program IPA —— 14
Tabel III : Struktur dan Muatan Kurikulum Program IPS ——- 15
C. Beban Belajar ———– 16
C. Kriteria Ketuntasan Minimal ———— 16
Tabel IV : Kriteria Ketuntasan Minimal —— 18
D. Standar Kenaikan Kelas, Penjurusan, dan Kelulusan ——– 19
a) Standar Kenaikan Kelas dan Penjurusan ——— 19
b) Standar Kompetensi Lulusan ——— 20
c) Standar Kelulusan ———- 21
Tabel V : Standar Nilai Kelulusan IPS ———— 23
Tabel VI : Standar Nilai Kelulusan IPA ———— 24
BAB IV : KALENDER PENDIDIKAN
A. Alokasi Waktu ——- 25
Tabel VII : Alokasi Waktu pada Kalender Pendidikan ——– 26
B. Penetapan Kalender Pendidikan ——- 26
BAB V : PENGEMBANGAN SILABUS
A. Prinsip Pengembangan Silabus ———- 27
B. Unit waktu Silabus ———– 28
C. Pelaksanaan Pengembangan Silabus ———– 28
D. Langkah-langkah Penyusunan Silabus ———– 28

BAB VI : PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
A. Dasar Penyusunan ——– 31
B. Prinsip Penyusunan ——- 31
C. Komponen RPP ——— 32
D. Langkah-langkah Menyusun RPP ———- 32
E. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menyusun RPP ——– 33
BAB VII : PENUTUP ————- 33

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Pembagian Tugas Mengajar dan Tenaga Kependidikan
2. Jadwal Pelajaran
3. Kalender Pendidikan
4. Program Kerja Madrasah
5. Silabus dan RPP

No. Mata Pelajaran LAMPIRAN
1. SILABUS 2. RPP
1. Fiqih X, XI, XII  
2. Alqur’an Hadits X, XI, XII  
3. Aqidah Akhlak X, XI,  
4. SKI XII  
5. Pendidikan Kewarganegaraan X, XI, XII  
6. Bahasa Indonesia X, XI, XII  
7. Bahasa Arab X, XI, XII  
8. Bahasa Inggris X, XI, XII  
9. Matematika X, XI, XII  
10. Fisika X, XI IPA, XII IPA  
11. Kimia X, XI IPA, XII IPA  
12. Biologi X, XI IPA, XII IPA  
13. Geografi X, XI IPS, XII IPS  
14. Ekonomi X, XI IPS, XII IPS – -
15. Sosiologi X, XI IPS, XII IPS  
16. Sejarah X, XI, XII  
17. Seni Budaya X, XI, XII  
18. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan X, XI, XII  
19. Teknik Informatika & Komunikasi X, XI, XII  
20. Muatan Lokal Bahasa Sunda  
PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI
21. Keterampilan Tata Busana & tata Boga – -
22. Muhadatsah (Arabic Concersation Training) X  
23. Conversation (English Conversation Training ) XI, XII  
24. Nahwu – Sharaf X, XI, XII  
25. Tafsir Maudhu’i X, XI, XII  
26. Tahfidz X, XI, XII  

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pada perkembangan peradaban manusia yang bertendensi materialistik seperti sekarang ini, lembaga pendidikan madrasah sesungguhnya memiliki peluang yang cukup terbuka untuk berubah dari sekadar warung kecil di perkampungan masyarakat atau kaki lima di pinggir jalan menjadi sebuah toko retailer, grosir, supermarket, bahkan hypermart. Kegundahan hati manusia akibat peradaban materialistik akan berakhir dengan kehausan spiritual yang bersumber pada agama. Madrasah, sejak awal berdiri berfungsi sebagai warung agama; sumber nutrisi spiritual. Jika fungsi tersebut berubah, akan seperti tubuh yang ruhnya terlepas; mungkin tidur atau mati. Daya tawar dan nilai saing akan berada pada kemasan ruh madrasah dapat menyinari peradaban material. Agama; sumber nilai yang kebenarannya absolut, dapat menjadi bahan bakar bagi segala peradaban manusia. Tinggal bagaimana mengemas agar menjadi sesuatu yang up to date, menyenangkan, dan manfaatnya terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengamanatkan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk melakukan upaya-upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Amanat tersebut hanya dapat ditunaikan dengan usaha-usaha pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan secara terencana dan berkesinambungan disertai dengan pensinergian berbagai dimensi yang mesti ada dalam pendidikan, antara lain : aspek religius, ilmiah, akhlak, keterampilan, dan kemasyarakatan. Dengan aspek-aspek tersebut, manusia dapat menjadi manusia yang berkecerdasan multi dimensi : intelektual, emosional, dan spiritual.
Dalam Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003, secara nasional, pendidikan berfungsi sebagai agen pengembang kemampuan, pembentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.
Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, untuk mewujudkan fungsi serta untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, hal yang harus ada antara lain : muatan (isi, kurikulum), proses, target hasil (lulusan), pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasana, manajemen (pengelolaan), pembiayaan, dan evaluasi. Peraturan tersebut harus dipenuhi oleh seluruh sekolah dalam wadah hukum NKRI. Dan bagi madrasah, untuk memenuhinya merupakan jihad tarbawi yang harus menjadi komitmen bersama. Dari menteri agama hingga office boy di madrasah.
Oleh sebab itu, Madrasah Aliyah (MA) At-Tafsiri Campakamulya Cianjur terus berusaha untuk memenuhi semua komponen tersebut secara maksimal dengan cara mengembangkan diri sehingga mencapai puncak kejayaan yang ditandai dengan meraih PRESTASI dalam segala bidang. Akhirnya, MA At-Tafsiri Campakamulya menjadi SEKOLAH UNGGUL. Pertama-tama unggul pada tingkat LOKAL. Lalu pada tingkat REGIONAL. Lalu meningkat pada tingkat NASIONAL. Dan akhirnya menjadi sebuah MADRASAH BERTARAF INTERNASIONAL. MA At-Tafsiri Campakamulya tidak hanya sekedar menjadi warung kecil di perkampungan, tetapi menjadi sebuah Supermarket. Untuk itulah, MA At-Tafsiri Campakamulya selalu mengevaluasi dan meng-up date kurikulum setiap tahun untuk penyempurnaan.

B. DASAR PENYUSUNAN
Secara konstitusional, Kurikulum 2010 / 2011 Madrasah At-Tafsiri Campakamulya Cianjur disusun berdasarkan perundang-undangan dan peraturan pemerintah sebagai berikut.
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
3. PP No.19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional;
4. Permen No.22 tahun 2006 tentang Standar Isi;
5. Permen No.23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan;
6. Permen No.24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Dan standar Kompetensi Lulusan;
7. Peraturan Pemerintah RI nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan;
8. Permendiknas nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
9. Permendiknas nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
10. Permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
11. Permenag Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Isi Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah Aliyah; dan
12. Permendiknas nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.

C. ACUAN OPERASIONAL
Secara operasional, pengembangan kurikulum Madrasah Aliyah (MA) At-Tafsiri Campakamulya mengacu dan memperhatikan hal-hal berikut.
1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia;
2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik;
3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan;
4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional;
5. Tuntutan dunia kerja;
6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
7. Agama;
8. Dinamika perkembangan global;
9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan;
10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat;
11. Kesetaraan Jender; dan
12. Karakteristik satuan pendidikan.

D. PRINSIP PENGEMBANGANGAN
Dalam pengembangan dan penyusunan kurikulum ini, ada beberapa prinsip yang menjadi landasan.
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
2. Beragam dan terpadu.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.
5. Menyeluruh dan berkesinambungan.
6. Belajar sepanjang hayat.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.

E. TUJUAN
1. Mewujudkan pedoman pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran pada Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya Cianjur.
2. Meningkatkan penyelenggaraan proses pembelajaran yang lebih terarah, efektif dan efisien serta lebih membumi.
3. Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
4. Lebih mengoptimalkan tugas, wewenang, dan hak para pendidik.
5. Mewujudkan tujuan pendidikan nasional, serta visi, misi dan tujuan madrasah.
F. SASARAN
1. Analisa kebutuhan dan kemampuan madrasah.
2. Perumusan dan penetapan Visi, Misi dan Tujuan Madrasah.
3. Penyusunan struktur dan muatan kurikulum serta muatan lokal.
4. Penetapan standar ketuntasan belajar, kelulusan, dan beban belajar.
5. Perencanaan kegiatan pengembangan diri dan bimbingan konseling.
6. Penyusunan kalender pendidikan.
7. Pembuatan silabus dan RPP yang berbasis Student Activity.
8. Pembuatan program pendidikan dan pengajaran berbasis keterampilan hidup (life skill).

BAB II
VISI, MISI, DAN TUJUAN MADRASAH

A. TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
Pendidikan nasional, sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 bab II pasal 3 bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sementara tujuan penyelenggaraan pendidikan pada tingkat menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk dapat hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
B. VISI
Terwujudnya lulusan yang berilmu agama luhung, menguasai sains dan ICT, berakhlak mulia, berbahasa Arab-Inggris komunikatif, berbadan sehat, dan berjiwa wirausaha.
C. MISI
Menumbuhkembangkan potensi peserta didik melalui pembelajaran multi dimensi dengan pendekatan hati dan kecerdasan ganda untuk menjadi orang terdepan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Secara operasional, misi yang diemban dapat ditafsirkan sebagai berikut :
1. Menyelenggarakan pelayanan pendidikan dan pengajaran yang bermutu dalam bidang ilmu agama Islam, sains, teknologi informasi dan komunikasi, bahasa, pendidikan jasmani dan kesehatan, seni budaya, dan kewirausahaan.
2. Menyelenggarakan bimbingan dan latihan-latihan pengembangan diri dalam kerangka kecakapan intelektual, emosional, spiritual, dan social.
3. Menyelenggarakan manajemen kependidikan dan pengajaran yang terbuka, serta berbasis kebersamaan, kekeluargaan, dan akuntabilitas.
4. Melakukan berbagai usaha dan upaya untuk mensejahterakan warga madrasah lahir dan batin.
5. Melakukan kontak social dengan seluruh lapisan masyarakat dan membuka mitra kerjasama dengan dunia usaha dan lembaga lainnya.
D. KEYAKINAN :
Semuanya cerdas, spesial dan berhati nurani.
E. 7 NILAI UTAMA :
1. Sayang diri dan orang lain
2. Berpikiran kreatif dan optimis
3. Berhati tulus dan percaya diri
4. Berjiwa mandiri dan luwes
5. Bersikap ilmiah dan bersahaja
6. Bekerjasama dan saling menolong
7. Berusaha menjadi teladan
F. TUJUAN MADRASAH
Secara institusional, Madrasah Aliyah (MA) At-Tafsiri Campakamulya bertujuan untuk mewujudkan lulusan yang memiliki kemampuan dasar keagamaan yang kokoh, unggul dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam [IPA] atau Ilmu Pengetahuan Sosial [IPS] sesuai minat masing-masing peserta didik serta menguasai keterampilan dasar Teknologi Informasi dan Komunikasi [TIK] yang dikerangkai dengan akhlak mulia, kemampuan bahasa Arab dan Inggris komunikatif, berbadan sehat, serta berjiwa kewirausahaan.
G. CITA-CITA
Melewati periode 5 tahun pertama dengan perkembangan madrasah yang cukup signifikan. Pada periode 5 tahun kedua yang akan berakhir pada tahun 2013, cita-cita pengembangan madrasah paling tidak MENJADI MADRASAH YANG UNGGUL PADA TINGKAT LOKAL dengan indikator sebagai berikut.
1. Memiliki kurikulum yang telah teruji dan berstandar unggul;
2. Terciptanya proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, serta memotivasi peserta didik untuk aktif, kreatif, berprakarsa, dan mandiri sesuai bakat dan minatnya;
3. Terwujudnya keunggulan dalam pembinaan akhlak dan hapalan Alquran juz 30 sebagai syarat pengambilan ijazah;
4. Bericon keunggulan dalam bidang bahasa Arab / bahasa Inggris, dan TIK;
5. Terciptanya keunggulan dalam bidang MIPAS (Matematika, IPA & Sosial);
6. Kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan yang memenuhi standar profesional;
7. Memiliki gedung dan ruang belajar tersendiri dengan pasilitas belajar yang lengkap dan berkualitas serta memenuhi standar keharusan PP No.19 Th. 2005;
8. Pengelolaan madrasah yang lebih mandiri, lebih partisipatif, lebih terbuka, akuntabilitas, serta memiliki jaringan kemitraan (network) yang lebih luas;
9. Terpeliharanya pemenuhan biaya operasional secara simultan;
10. Terwujudnya investasi modal kerja (deposito/dana abadi); dan
11. Penilaian, selain berfungsi sebagai alat ukur ketercapaian kompetensi dan dasar penyusunan laporan, juga berfungsi sebagai timbal balik perbaikan KBM.

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. STRUKTUR KURIKULUM
Struktur kurikulum mengatur banyaknya mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam jangka waktu tiga tahun dalam enam semester, yang dibagi dalam tiga tingkatan kelas. Struktur kurikulum berisi sejumlah mata pelajaran yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran, dengan mengacu pada standar isi, standar kompetensi lulusan, dan standar kompetensi mata pelajaran. Di dalamnya terdapat 8 (delapan) kelompok mata pelajaran, yaitu :
a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia melalui pembelajaran akidah akhlak, Alquran Hadis, dan fikih secara lebih mendalam.
b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas diri sebagai manusia.
Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, serta sikap dan perilaku antikorupsi, kolusi, dan nepotisme.
c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif, dan mandiri.
d. Kelompok mata pelajaran estetika.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasi keindahan dan harmoni yang mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmoni.
e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan potensi pisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama dan hidup sehat yang mencakup kesadaran, sikap, dan perilaku sehat yang bersifat individual ataupun kolekstif seperti keterbebasan dari freesex, narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.
f. Kelompok mata pelajaran bahasa.
Kelompok mata pelajaran ini terdiri dari bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris. Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk mempertajam kemampuan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). Selain sebagai mata pelajaran umum, untuk bahasa Arab dan bahasa Inggris dijadikan sebagai program unggulan yang mengharuskan peserta didik menguasai salah satunya.
g. Kelompok mata pelajaran muatan lokal.
Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk melestarikan bahasa dan budaya sunda sehingga tetap terpelihara suku sunda yang “luhung budayana, penggkuh agamana.” Internalisasi budaya dan bahasa sunda sebagai modal dasar pembentukan kepribadian orang sunda yang “nyunda.”
h. Mata Pelajaran Keterampilan dan Pengembangan Diri
Mata pelajaran keterampilan dan pengembangan diri merupakan program pilihan bagi siswa sesuai minat dan bakat masing-masing. Tujuannya untuk membekali lulusan keterampilan hidup (skill) yang dapat dijadikan media untuk mencari penghidupan. Bidang yang disajikan antara lain : menjahit, bordir, desain mode, dan desain grafis. Selain itu, juga untuk mengembangkan dan melestarikan turats ilmu-ilmu kepesantrenan sebagai modal pembentukan kepribadian yang didasari hati nurani yang lurus serta sebagai pengauatan kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Mata pelajaran ini ada yang dilaksanakan di dalam dan di luar jam pelajaran reguler. Artinya dilaksanakan dalam bentuk pelatihan secara periodikal.
Pada tahun pertama, siswa wajib mengikuti seluruh mata pelajaran. Sementara pada tahun kedua, siswa yang dinyatakan memenuhi syarat naik ke kelas XI, dibagi dalam dua program jurusan, yaitu program ilmu alam, dan program ilmu sosial. Untuk program ilmu alam selanjutnya disingkat menjadi kelas XI IPA dan untuk program ilmu sosial disingkat kelas XI IPS. Demikian juga untuk tahun ketiga pada kelas XII, siswa dapat melanjutkan pembelajaran berdasarkan program yang telah diikutinya pada kelas XI, jika memenuhi syarat kenaikan kelas.
B. MUATAN KURIKULUM
Kurikulum kelas X wajib diikuti oleh semua siswa tingkat awal. Diberikan dalam dua semester. Memuat 18 mata pelajaran. Ditambah dengan muatan lokal; bahasa sunda, dan program pengembangan diri berupa keterampilan dan kepesantrenan yang memuat materi pelajaran Muhadatsah, Baca Tulis Al-Quran, Tahfidz, dan Nahwu Sharaf. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri dari OSIS, Pramuka, Paskribra, KIR, Olahraga, dan Seni Budaya. Program ini ini bersifat elektif. Artinya, peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Struktur dan muatan kurikulum kelas X selengkapnya tertuang dalam tabel I.
Muatan kurikulum di kelas XI dan XII, terdiri dari 15 mata pelajaran plus muatan lokal; bahasa sunda, dan program pengembangan diri berupa keterampilan dan kepesantrenan yang memuat materi pelajaran conversation, Tahfidz, Nahwu Sharaf, dan Tafsir maudhu’i. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri dari OSIS, Pramuka, Paskribra, KIR, Olahraga, dan Seni Budaya. Sebagaimana di kelas X, program pengembangan diri dan kegiatan ekstrakurikuler bersifat elektif. Artinya, peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Dari 15 mata pelajaran tersebut terbagi dua, yaitu program umum dan khusus. Program umum wajib diikuti oleh semua siswa setiap kelas, sementara program khusus hanya wajib diikuti oleh siswa kelas program pilihan masing-masing. Mata pelajaran umum terdiri dari : Fiqih, Qur’an Hadits, Aqidah Akhlak, SKI (bagi kelas XII), Kewarganegaraan, Sejarah Nasional dan Umum, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan kesehatan, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Sedangkan Mata Pelajaran program Ilmu Alam meliputi Matematika IPA, Fisika, Kimia, dan Biologi. Untuk program ilmu sosial meliputi mata pelajaran Matematika IPS, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Selengkapnya struktur kurikulum untuk kelas XI dan XII tertuang pada tabel II dan III.

TABEL I
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM KELAS X

NO KOMPONEN JUMLAH JP PERMINGGU
GANJIL GENAP
A. Mata Pelajaran Inti
1. Pendidikan Agama Islam
a. Fiqih 2 2
b. Alqur’an Hadits 2 2
c. Aqidah Akhlak 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4
4. Bahasa Arab 3 3
5. Bahasa Inggris 4 4
6. Matematika 4 4
7. Fisika 3 3
8. Kimia 3 3
9. Biologi 2 2
10. Geografi 2 2
11. Ekonomi 2 2
12. Sosiologi 2 2
13. Sejarah 2 2
14. Seni Budaya 2 2
15. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 2 2
16. Teknik Informatika & Komunikasi 2 2
17. Bahasa Sunda (2) (2)
18. Bimbingan & Konseling* (2) (2)
B. PROGRAM MUATAN LOKAL **
1. Keterampilan Tata Busana & Desain Grafis (2) (2)
2. Muhadatsah (Arabic Conversation Training) 1 1
3. Nahwu – Sharaf 2 2
4. Praktik Ibadah dan Tilawatil Quran 1 1
5. Tahfidz 1 1
Jumlah Jam Pelajaran 50 JP 50 JP

Catatan :
* Bimbingan dan konseling setara dengan 2 jam pelajaran dan dilaksanakan di luar jam pelajaran dalam bentuk layanan konsultasi studi dan masalah remaja.
** Program pengembangan diri sama dengan dua jam pelajaran. Dilaksanakan sesuai pilihan masing-masing siswa. Dan jika memerlukan pendalaman dapat dilaksanakan dalam bentuk training khusus di luar jam pelajaran.
TABEL II
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM PROGRAM ILMU ALAM

NO KOMPONEN KELAS XI IPA KELAS XII IPA
GSL GNP GSL GNP
A. MATA PELAJARAN INTI
1. Pendidikan Agama Islam
a. Fiqih 2 2 2 2
b. Al qur’an Hadits 2 2 2 2
c. Aqidah Akhlak 2 2 – -
d. SKI – – 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4. Bahasa Arab 4 4 4 4
5. Bahasa Inggris 4 4 4 4
6. Matematika IPA 5 5 5 5
7. Fisika 5 5 5 5
8. Kimia 5 5 5 5
9. Biologi 4 4 4 4
10. Sejarah 1 1 1 1
11. Seni Budaya 1 1 1 1
12. Pend. Jasmani & Kesehatan 2 2 2 2
13. Teknik Informatika & Komunikasi 2 2 2 2
14. Bahasa Sunda (2) (2) (2) (2)
15. Bimbingan dan Konseling* (2) (2) (2) (2)
B. PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI**
1. Keterampilan menjahit (2) (2) (2) (2)
2. English Conversation Training (ECT) 2 2 2 2
3. Nahwu – sharaf 1 1 1 1
4. Tafsir Maudhu’i 1 1 1 1
5. Tahfidz 1 1 1 1
Jumlah Jam Pelajaran Perminggu 50 50 50 50

Catatan :
* Bimbingan dan konseling setara dengan 2 jam pelajaran dan dilaksanakan di luar jam pelajaran dalam bentuk layanan konsultasi studi dan masalah remaja.
** Program pengembangan diri sama dengan dua jam pelajaran. Dilaksanakan sesuai pilihan masing-masing siswa. Dan jika memerlukan pendalaman dapat dilaksanakan dalam bentuk training khusus di luar jam pelajaran.

TABEL III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM PROGRAM ILMU-ILMU SOSIAL

NO KOMPONEN XI IPS XII IPS
GSL GNP GSL GNP
A. Mata Pelajaran Inti
1. Pendidikan Agama Islam
a. Fiqih 2 2 2 2
b. Al qur’an Hadits 2 2 2 2
c. Aqidah Akhlak 2 2 – -
d. SKI – – 2 2
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4. Bahasa Arab 4 4 4 4
5. Bahasa Inggris 4 4 4 4
6. Matematika IPS 4 4 4 4
7. Ekonomi dan Akuntansi 5 5 5 5
8. Sosiologi 4 4 4 4
9. Geografi 4 4 4 4
10. Sejarah 3 3 3 3
11. Seni Budaya 1 1 1 1
12. Pend. Jasmani & Kesehatan 2 2 2 2
13. Teknik Informatika & Komp. 2 2 2 2
14. Bahasa Sunda (2) (2) (2) (2)
15. Bimbingan dan Konseling * (2) (2) (2) (2)
B. PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI **
a. Keterampilan menjahit (2) (2) (2) (2)
b. English Conversation Training (ECT) 2 2 2 2
c. Nahwu – sharaf 1 1 1 1
d. Tafsir Maudhu’i dan Hadits 1 1 1 1
e. Tahfidz 1 1 1 1
Jumlah Jam Pelajaran Perminggu 50 50 50 50

Catatan :
* Bimbingan dan konseling setara dengan 2 jam pelajaran dan dilaksanakan di luar jam pelajaran dalam bentuk layanan konsultasi studi dan masalah remaja.
** Program pengembangan diri sama dengan dua jam pelajaran. Dilaksanakan sesuai pilihan masing-masing siswa. Dan jika memerlukan pendalaman dapat dilaksanakan dalam bentuk training khusus di luar jam pelajaran.

C. BEBAN BELAJAR
Beban belajar yang diatur dalam kurikulum Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya tahun 2011 ini adalah beban belajar dengan paket, yaitu sistem penyelenggaraan program pendidikan di mana peserta didik wajib mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku. Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem ini dinyatakan dalam Satuan Jam Pelajaran (SJP).
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui Kegiatan Tatap Muka (KTM), Tugas Terstruktur (TT), dan Tugas Mandiri Tidak Terstruktur (TMTT). Semua itu dimaksudkan untuk mencapai standar kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.
Kegiatan Tatap Muka (KTM) dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pembelajaran di dalam kelas di mana guru berinteraksi langsung dengan peserta didik dengan alokasi waktu SJP selama 45 menit. Sedangkan untuk beban belajar selengkapnya diatur sebagai berikut:
1. Satu jam pembelajaran tatap muka = 45 menit
2. Hari belajar efektif memuat maksimum 9 JP dengan 2 kali istirahat, kecuali hari Jum’at maksimum 6 JP dengan satu kali istirahat.
3. Satu minggu efektif memuat maksimum 48 – 50 satuan JP.
4. Minggu efektif pembelajaran selama satu semester antara 17 s.d. 19 minggu.
5. Jumlah jam pembelajaran dalam satu tahun pembelajaran adalah 34 s.d 38 minggu.
Tugas Terstruktur (TT) ialah kegiatan pembelajaran untuk reinforcement dan pendalaman materi bahan ajar oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian tugas ditentukan oleh guru, maksimum 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari setiap mata pelajaran.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur (TMTT) adalah kegiatan pembelajaran atas inisiatif dan kreatifitas peserta didik secara mandiri untuk perluasan wawasan bidang pelajaran, namun tetap atas bimbingan guru. Antara lain dalam bentuk resensi buku, menulis makalah, mencari informasi dalam media masa, internet, atau menggali sendiri pengetahuan dari sumber-sumber yang lain yang tidak tersedia di sekolah.

D. KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)
Untuk memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan, perlu ditetapkan Ketuntasan Belajar Minimal (KKM), dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) belajar untuk setiap mata pelajaran dinyatakan dalam satuan angka antara 10 sd 100.
2. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ditetapkan oleh guru mata pelajaran sesuai Kompetensi dasar yang telah ditetapkan, dengan memperhitungkan komponen Kompleksitas, sarana pendukung, dan intake siswa.
3. KKM untuk setiap KD idealnya sama dengan atau lebih dari 75% indikator KD tersebut terpenuhi atau dicapai oleh siswa.
4. Nilai batas Kriteria Ketuntasan belajar Minimal untuk setiap mata pelajaran, diberitahukan kepada siswa dan orang tua/walinya, pada setiap awal semester.
5. Siswa yang belum memenuhi nilai batas Kriteria Ketuntasan Minimal, mendapat remedial dari guru mata pelajaran yang bersangkutan. Sementara bagi siswa yang lebih cepat memenuhi batas KKM mendapat pengayaan.
6. Nilai hasil belajar siswa dilaporkan kepada orang tua/wali siswa setiap akhir semester dalam bentuk Laporan Hasil Belajar Siswa (LHBS).
Adapun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap pelajaran dari setiap tingkatan pada tahun pelajaran 2010 / 2011 sebagaimana pada tabel IV.

Tebel IV
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)
TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011

No. Mata pelajaran yang telah ditentukan KKM-nya Nilai KKM (1-100)
Kelas
X XI.IPA XI.IPS XII.IPA XII.IPS
1 Al-qur’an Hadits 73 75 75 75 75
2 Aqidah Akhlak 73 75 75 – -
3 Fiqih 72 75 75 76 76
4 SKI – – – 75 75
5 PKn 75 75 75 75 75
6 Bahasa Idonesia 72 75 73 75 75
7 Bahasa Inggris 72 75 73 78 75
8 Bahasa Arab 72 74 70 75 72
9 Matematika 70 70 68 70 67
10 Fisika 67 70 – 70 -
11 Kimia 67 70 – 70 -
12 Biologi 70 72 – 72 -
13 Sejarah 73 75 73 75 73
14 Geografi 72 – 75 – 75
15 Ekonomi – Akuntansi 72 – 73 – 75
16 Sosiologi 72 – 75 – 75
17 Seni Budaya 75 75 75 75 75
18 TIK 70 70 70 70 70
19 Penjas 75 75 75 75 75
20 Muatan Lokal Bahasa Sunda 67 67 67 67 67
21 Pengembangan diri
a. Tahfidz 70 74 70 74 70
b. Tafsir Maudhu’i 70 72 70 74 70
c. Nahwu Sharaf 70 70 70 70 70
d. Muhadatsah 70 – – – -
e. Conversation – 70 70 70 70
f. Keterampilan 70 70 70 70 70
E. STANDAR KENAIKAN KELAS, PENJURUSAN DAN KELULUSAN

a. Standar Kenaikan Kelas dan Penjurusan
Untuk menetapkan seorang siswa naik atau tidak naik ke tingkat kelas yang lebih tinggi, perlu diatur standar kenaikan kelas, dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Seorang siswa dapat dinyatakan naik kelas satu tingkat lebih tinggi, jika telah mengikuti pembelajaran efektif selama satu tahun pembelajaran, sekurang-kurangnya 90% dari jumlah hari efektif belajar, dan memenuhi nilai hasil belajar dalam batas kriteria kenaikan kelas.
2. Nilai hasil belajar semua mata pelajaran yang diperoleh siswa, sekurang-kurangnya sama dengan KKM masing-masing mata pelajaran.
3. Siswa yang memperoleh nilai hasil belajar di bawah KKM tidak lebih dari tiga mata pelajaran, dapat dipertimbangkan untuk naik kelas. Dengan syarat:
a. Nilai hasil belajar khusus program penjurusan tidak di bawah KKM mata pelajaran tersebut.
b. Selambat-lambatnya satu bulan pada awal tahun pelajaran berikutnya, telah memenuhi nilai KKM mata pelajaran yang bersangkutan. Jika dalam waktu tersebut siswa yang bersangkutan tidak dapat memenuhi nilai KKM, maka siswa tersebut dinyatakan batal naik kelas dan dikembalikan ke tingkat kelas sebelumnya.
c. Siswa yang termasuk kriteria point a dan b ini dinyatakan naik bersyarat.
4. Proses penetapan kenaikan kelas dilaksanakan dalam forum rapat pleno semua guru setelah melalui rapat ferivikasi wali kelas. Dan dilaksanakan selambat-lambatnya satu hari sebelum hari pembagian LHBS.
5. Keputusan rapat pleno bersifat mutlak dan mengikat bagi semua guru untuk melaksanakannya.
6. Program penjurusan dimulai dari tingkat kelas XI. Terdiri dari dua pilihan program penjurusan. Yaitu:
A. Program IPA, dengan mata pelajaran khusus: Matematika IPA, Fisika, Biologi dan Kimia.
B. Program IPS, dengan mata pelajaran khusus: Matermatika IPS, Ekonomi, Geografi dan Sosiologi.
7. Penetapan siswa ke dalam salah satu program tersebut pada nomor 6 dilaksanakan oleh guru BP/BK atau musyawarah wakil kepala bidang kurikulum, wali kelas X dan guru rumpun IPA dan IPS dengan memperhatikan syarat berikut ini:
a) Seorang siswa dapat ditempatkan di salah satu program IPA atau IPS jika telah dinyatakan naik kelas dari kelas X ke kelas XI.
b) Penempatan siswa pada salah satu program dilakukan dengan cara mempertimbangkan kemampuan dasar, keinginan siswa, kemampuan akademis, dan dukungan pihak orang tua/wali yang bersangkutan.
8. Kemampuan akademis yang dimaksud pada nomor 7b di atas adalah nilai prestasi hasil belajar siswa pada mata pelajaran yang menjadi syarat pemilihan program tidak kurang dari nilai KKM mata pelajaran yang bersangkutan. Seperti berikut ini:
1. Seorang siswa dapat ditempatkan di kelas program IPA jika rata-rata nilai LHBS kelas X pada mata pelajaran Fisika, Biologi, Kimia dan Matematika, minimal sama dengan nilai KKM.
2. Seorang siswa dapat ditempatkan di kelas program IPS jika rata-rata nilai LHBS kelas X pada mata pelajaran Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Sejarah minimal sama dengan nilai KKM.

b. Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya Cianjur dikembangkan berdasarkan tujuan penyelenggraan pendidikan tingkat menengah, yaitu meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk dapat hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006 Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Madrasah Aliyah (MA) Al-Riyadl sebagai berikut.
1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama sesuai dengan tingkat perkembangan remaja;
2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangan;
3. Menunjukan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya;
4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial;
5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global;
6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif;
7. Menunjukan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan;
8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri;
9. Menunjukan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik;
10. Menunjukan kemamampuan menganalisisi dan memecahkan malasah kompleks.
11. Menunjukan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial;
12. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab;
13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI;
14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan buadaya;
15. Mengapresiasi karya seni dan buadaya;
16. Menghasilkan karya kreatif, baik individu maupun kelompok;
17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan;
18. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun;
19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat;
20. Menghargai adaya berbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain;
21. Menunjukan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis;
22. Menunjukan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia serta dalam bahasa Inggris dan/ atau Arab;
23. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi;
24. Menunjukan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi; dan
25. Menunjukan kemampuan melaksanakan ibadah secara baik dan hapalan Alquran juz 30.

c. Standar Kelulusan
Untuk menetapkan kelulusan siswa kelas XII pada akhir tahun pelajaran, perlu diatur standar kelulusan dengan ketentuan sebagai berikut.
1. Seorang siswa kelas XII dapat dinyatakan lulus jika telah melalui proses pengujian dan memperoleh nilai hasil ujian sesuai dengan batas nilai yang telah ditetapkan.
2. Ujian bagi setiap siswa kelas XII dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu ujian praktek, ujian tulis madrasah dan ujian nasional.
3. Ujian praktek dilaksanakan untuk semua mata pelajaran yang pada proses pembelajarannya menerapkan aspek penilaian praktek dan dilaksanakan selambat-lambatnya satu minggu sebelum ujian tulis madrasah.
4. Ujian tulis madrasah dilaksanakan untuk semua mata pelajaran yang tidak diujikan pada ujian nasional, kecuali mata pelajaran yang pada proses pembelajarannya tidak menerapkan aspek penilaian kognitif. Dilaksanakan selambat-lambatnya satu minggu sebelum ujian nasional atau satu minggu setelah ujian nasional.
5. Nilai hasil ujian praktek dan nilai hasil ujian tulis madrasah untuk semua siswa digabung dalam buku daftar kumpulan nilai hasil ujian madrasah (DKHUS). DKHUS ini juga memuat nilai LHBS semester gasal dan rata-rata nilai KD semester genap setiap siswa.
6. Nilai akhir untuk penulisan pada ijazah ditetapkan dalam rumus
N1 + N2 + N3 = NA
3
NA = Nilai Akhir dinyatakan dalam satuan antara 0 sd 10 dalam dua desimal dengan batas minimal setara dengan KKM mata pelajaran yang bersangkutan.
N1 = Nilai rata-rata LHBS semester I sd semester V
N2 = Nilai hasil ujian madrasah
N3 = Nilai hasil Ujian Nasional
7. Ujian nasional dilaksanakan sesuai ketentuan pemerintah.
8. Ketentuan nilai kelulusan pada tahun pelajaran 2011 / 2012 ditentukan sebagaimana pada tabel V dan VI berikut :

TABEL V
STANDAR NILAI KELULUSAN (SNK)
PROGRAM ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS)

NO KOMPONEN SNK
TULIS PRAKTEK
A. Mata Pelajaran Inti
1. Pendidikan Agama Islam
a. Fiqih 6,65 7,00
b. Al qur’an Hadits 6,65 7,00
c. Aqidah Akhlak 6,65 -
d. SKI 6,25 -
2. Pendidikan Kewarganegaraan 6,50 -
3. Bahasa Indonesia 6,60 7,00
4. Bahasa Arab 6,25 6,50
5. Bahasa Inggris 6,25 6,50
6. Matematika 6,00 -
7. Ekonomi 6,25 -
8. Sosiologi 6,65 -
9. Geografi 6,65 -
10. Sejarah 6,25 -
11. Seni Budaya – 6,50
12. Pend. Jasmani & Kesehatan – 6,50
13. Teknik Informatika & Komp. 6,50 7,00
14. Muatan Lokal Bahasa Sunda 6,50 6,50
15. Pengembangan diri
a. Tahfidz 6,50
b. Tafsir Maudhu’i 6,50
c. Nahwu Sharaf 6,50
d. Muhadatsah – 7,00
e. Conversation – 7,00
f. Keterampilan Menjahit – 7,00

TABEL VI
STANDAR NILAI KELULUSAN (SNK)
PROGRAM ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)

NO KOMPONEN SNK
TULIS PRAKTEK
A. Mata Pelajaran Inti
1. Pendidikan Agama Islam
a. Fiqih 6,75 7,00
b. Al qur’an Hadits 6,75 7,00
c. Aqidah Akhlak 6,75 -
d. SKI 6,40 -
2. Pendidikan Kewarganegaraan 6,75 -
3. Bahasa Indonesia 6,75 7,00
4. Bahasa Arab 6,25 6,50
5. Bahasa Inggris 6,50 6,75
6. Matematika 6,25 -
7. Kimia 6,75 6,75
8. Biologi 6,75 6,75
9. Fisika 6,25 6,25
10. Sejarah 6,50 -
11. Seni Budaya – 7,00
12. Pend. Jasmani & Kesehatan – 7,00
13. Teknik Informatika & Komp. 6,75 7,00
14. Muatan Lokal Bahasa Sunda 6,50 6,50
15. Pengembangan diri
a. Tahfidz 6,50
b. Tafsir Maudhu’i 6,50
c. Nahwu Sharaf 6,50
d. Muhadatsah – 7,00
e. Conversation – 7,00
f. Keterampilan Menjahit – 7,00

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

Kurikulum satuan pendidikan pada MA At-Tafsiri Campakamulya diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur.

A. Alokasi Waktu
Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran.
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran.
Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah dengan jam untuk kegiatan pengembangan diri.
Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, dan hari libur khusus.
Aloksi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya sebagaimana tertera pada tabel VII.

TABEL VII
ALOKASI WAKTU PADA KALENDER PENDIDIKAN

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan
1. Minggu efektif belajar Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran efektif
2. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu satu minggu setiap semester
3. Ujian Akhir semester Maksimum 1 minggu Setiap semester genap dan ganjil
4. Remidial Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester
5. Jeda antar semester Maksimum 2 minggu Antara semester genap dan ganjil
6. Libur Akhir tahun pelajaran Maksimum 3 minggu Digunakan untuk persiapan kegiatan dan administrasi kahir dan awal tahun pelajaran
7. Hari Libur Keagamaan 2 – 4 minggu
8. Hari Libur Umum / Nasional Maksimum 2 minggu Disesuaikan dengan peraturan pemerintah
9. Hari Libur Khusus Maksimum 1 minggu Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing – masing.
10. Kegiatan khusus madrasah Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu sefektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.

B. Penetapan Kalender Pendidikan
1. Kalender pendidikan pada Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya disesuaikan dengan kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Barat.
2. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya.
3. Hari libur ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. Kepala daerah kabupaten, dan/atau organisasi penyelenggra pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

BAB V
PENGEMBANGAN SILABUS

Silabus adalah rencana pembelajaran pada setiap mata pelajaran yang mencakup : standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok atau pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu dan sumber pembelajaran. Silabus merupakan bagian penting dalam pelaksanaan kurikulum di madrasah. Disusun oleh setiap guru bidang studi.

A. PRINSIP PENGEMBANGAN SILABUS
Silabus disusun berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Ilmiah, artinya seluruh materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus valid dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.
2. Relevan, artinya cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, social, emosional dan spiritual peserta didik.
3. Sistematis, artinya komponen–komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.
4. Konsisten, artinya adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar,, indokator, materi pokok atau pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5. Memadai, artinyacakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar dan penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6. Aktual dan kontekstual, artinya cakupan indikator, materi pokok, kegiatan pembelajaran, sumber belajar dan penilaian, memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata dan peristiwa yang terjadi.
7. Fleksibel, artinya keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, serta dinamika perubahan yang terjadi di madrasah dan tuntutan masyarakat.
8. Menyeluruh, artinya komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi ( kognitif, afektif, psikomotor )

B. UNIT WAKTU SILABUS
1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan keseluruh alokasi waktu yang dtersedia untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan persemester, dalam setahun dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.
3. Implementasi mata pelajaran persemester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.

C. PELAKSANA PENGEMBANGAN SILABUS
Pengembangan silabus dilakukan secara berkelompok dalam wadah MGMP yang dibagi ke dalam rumpun pelajaran sebagai berikut :
a. Kelompok mata pelajaran Pendidikan Agama Islam meliputi Fiqih, Al Qur’an Hadits, Aqidah Akhlak, SKI
b. Kelompok Mata Pelajaran Sosial dan Seni Budaya yang meliputi PKn, Pendidikan Seni dan Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Sosiologi, ekonomi, geografi, dan Sejarah.
c. Kelompok mata pelajaran Bahasa meliputi Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
d. Kelompok mata pelajaran MIPA meliputi Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, TIK.
e. Kelompok mata pelajaran muatan lokal, meliputi : tafsir maudhu’i, conversation, muahadatsah, nahwu – sharaf, dan tahfidz.

D. LANGKAH – LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS
Silabus disusun dengan memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar :
a. Urutan Hierarki konsep disiplin / struktur ilmu / kesulitan materi.
b. Keterkaitan SK dan KD
c. Keterkaitan antar SK dan KD antar mata pelajaran
2. Mengidentifikasi materi pokok pelajaran dengan mempertimbangkan hal–hal sebagai berikut :
a. Potensi peserta didik
b. Relevansi dengan karakteristik daerah
c. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, social dan spiritual peserta didik
d. Kebermanfaatan bagi peserta didik
e. Struktur keilmuan
f. Aktualitas, kedalaman dan keluasan materi
g. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan
h. Alokasi waktu
3. Mengembangkan kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang terbaik bagi siswa dengan cara melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik dengan guru, lingkungan tempat peserta didik berada, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik, memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
Hal – hal yang diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :
a. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada peserta didik, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik.
b. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian pembelajaran yang harus dilakukan peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
c. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran disesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
d. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa yaitu, kegiatan siswa dari materi.
4. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan prilaku yang dapat diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan kata kerja operasional yang terukur dan / atau diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
5. Penentuan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan / atau produk, penggunaan portfolio dan penilaian diri dengan memerhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Penilaian diarahkan untuk mencapai kompetensi dasar
b. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan, artinya semua indicator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik.
d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut berupa berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensi dasarnya di bawah criteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. System penilaian disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.
6. Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, kelulusan, kedalaman, tingkat kesulitan dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.
7. Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar adalah rujukan, objek dan atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan kepada standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi.

BAB VI
PENGEMBANGAN RPP

RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar. Setiap unit RPP paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang meliputi 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.
A. Dasar Penyusunan
1. PP Nomor 19 tahun 2005 tentang SNP pasal 20 : Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
2. PERMENDIKNAS Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses:
a. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.
b. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.
c. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis
B. Prinsip Penyusunan RPP
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis
4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
5. Keterkaitan dan keterpaduan
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
C. Komponen RPP
1. Identitas Mata Pelajaran
2. Standar Kompetensi
3. Kompetensi Dasar
4. Indikator Pencapaian Kompetensi
5. Tujuan Pembelajaran
6. Materi Ajar
7. Alokasi Waktu
8. Metode Pembelajaran
9. Kegiatan Pembelajaran
10. Penilaian Hasil Belajar
11. Sumber Belajar
D. Langkah-langkah Menyusun RPP
1. Mengisi kolom identitas
2. Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan
3. Menentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun)
4. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK, KD, dan Indikator yang telah ditentukan. (Lebih rinci dari KD dan Indikator, pada saat-saat tertentu rumusan indikator sama dengan tujuan pembelajaran, karena indikator sudah sangat rinci sehingga tidak dapat dijabarkan lagi.)
5. Mengidentifikasi materi ajar berdasarkan materi pokok/ pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Materi ajar merupakan uraian dari materi pokok/pembelajaran
6. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan
7. Merumuskan langkah-langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Kegiatan inti terdiri dari 3 aktivitas pokok, yaitu ekplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
8. Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan.
9. Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoran, dll.
E. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan RPP
1. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.
2. Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang harus dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
3. Tujuan pembelajaran dapat mencakupi sejumlah indikator, atau satu tujuan pembelajaran untuk beberapa indikator, yang penting tujuan pembelajaran harus mengacu pada pencapaian indikator.
4. Kegiatan pembelajaran (langkah-langkah pembelajaran) dibuat setiap pertemuan, bila dalam satu RPP terdapat 3 kali pertemuan, maka dalam RPP tersebut terdapat 3 langkah pembelajaran.
5. Bila terdapat lebih dari satu pertemuan untuk indikator yang sama, tidak perlu dibuatkan langkah kegiatan yang lengkap untuk setiap pertemuannya.

BAB VII
PENUTUP

Demikian kurikulum MA At-Tafsiri Campakamulya ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran pada Madrasah Aliyah (MA) At-Tafsiri Campakamulya. Penyusunan kurikulum ini telah melibatkan banyak pihak yang sekiranya dapat memberikan masukan dan saran. Antara lain meminta sumbang saran kepada Tim Ahli dari Madrasah Development Centre Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat dalam rangka Workshop Peningkatan Kompetensi Guru, serta menggunakan forum MGMP Madrasah Aliyah At-Tafsiri Campakamulya.
Walaupun telah melibatkan banyak pihak, kurikulum ini masih tetap menyisakan banyak kekurangan. Insya Allah sesuai dengan prinsip kreatif dan inovatif, kurikulum ini akan senantiasa dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan perkembangan. Setidaknya dalam setiap akhir tahun pelajaran kurikulum ini akan dikaji ulang, sebagai upaya penyempurnaan.
Akhirnya, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan kurikulum ini. Semoga Allah senantiasa memberi jalan yang terang kepada kita semua untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Cianjur, 20 Juli 2011

TIM Penyusun

Tentang nurulhudatafsiri

Mudir At-Tafsiri Corp
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s